Terbukti Banyak Manfaat, Minyak Nilam Indonesia Diminati Dunia

Salah satu manfaat minyak nilam adalah meningkatkan gairah seksual

Ada salah satu minyak dalam kelompok minyak atsiri yang memiliki begitu banyak khasiat. Ia adalah minyak nilam. Memang minyak ini kalah populer dibanding minyak atsiri lain seperti minyak kayu putih, misalnya. Namun, khasiat minyak nilam boleh diadu dengan jenis-jenis minyak atsiri yang lain.

Minyak nilam, seperti minyak-minyak lain, diperoleh setelah melalui proses penyulingan atau ekstrak dari tumbuhan, utamanya bagian daun, nilam. Selain berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan tubuh manusia, minyak nilam juga banyak dimanfaatkan untuk kegunaan lain. Banyak industri yang menjadikan minyak nilam ini sebagai bahan baku sehingga permintaan akan produk itu terus meningkat.

Nilam sendiri merupakan tumbuhan semak tropis yang bisa mencapai satu meter. Tumbuhan ini menyukai suasana teduh, hangat, dan lembap. Mudah layu jika terkena sinar matahari langsung atau kekurangan air. Bunganya menyebarkan bau wangi yang kuat dan bijinya kecil. Pengembangbiakan tanaman ini biasanya dilakukan secara vegetatif.

Beberapa industri yang terus melakukan permintaan minyak nilam adalah farmasi dan kecantikan. Minyak ini menjadi bahan baku ataupun bahan campuran beberapa produk kosmetik, mulai dari parfum, sabun wangi, hingga minyak rambut.

Sementara industri farmasi memanfaatkan minyak nilam sebagai bahan baku berbagai obat-obatan. Situasi ini terjadi lantaran daun nilam kaya akan kandungan bernama “patchouli alcohol” beserta turunannya, serta fenol dan golongan terpenoid seperti seychellen yang membuat minyak nilam memiliki sifat antibakteri.

  • Kuasai Pasar Dunia

Di pasar internasional, minyak nilam sendiri bernilai ekonomis cukup tinggi. Beruntung, Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor terbesar minyak atsiri yang satu ini. Tak tanggung-tanggung, Indonesia bahkan sudah menguasai hampir seluruh permintaan minyak nilam di dunia.

Di pasar dunia, mutu minyak nilam Indonesia dikenal paling baik dan menguasai pangsa pasar dunia sebesar 90%. Khasiat minyak nilam membawa berkah tersendiri bagi para petani hingga produsen di Indonesia. Pasalnya, produk ini merupakan salah satu hasil dari komoditi perkebunan yang bernilai ekspor tinggi dan telah memberikan devisa bagi Indonesia. 

Saat ini, berkisar 85% ekspor minyak atsiri Indonesia didominasi oleh minyak nilam dengan volume 1.200-1.500 ton per tahun dan diekspor ke beberapa negara, di antaranya Singapura, Amerika Serikat, Spanyol, Perancis, Switzerland, Inggris, dan negara lainnya.

Selain itu, prospek ekspor komoditi nilam pada masa yang akan datang masih cukup besar, mengingat tingginya permintaan dunia akan minyak nilam. Fungsi minyak nilam adalah sebagai bahan pengikat (fiksator) dalam industri parfum atau fragrance, kosmetik, farmasi, dan aromaterapi yang sampai saat ini belum dapat disubstitusi oleh bahan yang lain.

Berdasarkan data statistik yang diolah Ditjen Perkebunan, luas areal dan produksi minyak nilam terus mengalami kenaikan seiring dengan animo petani untuk menanam nilam masih menyesuaikan dengan permintaan pasar. Pada tahun 2018 luas areal sebesar 20.536 ha dengan produksi minyak sebanyak 2.195 ton. Ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun beberapa jenis nilam yang banyak dikembangkan di Indonesia di antaranya varietas Tapaktuan, varietas Sidikalang, varietas Lhokseumawe, dan varietas Patchoulina 1 dan 2 yang di kembangkan oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro).

Dengan melihat peran komoditi nilam dan hasil olahannya yang sedemikian besar bagi negara dan petani khususnya, tentunya harus didukung dalam suatu perencanaan yang menyeluruh, terpadu dan sinergis baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang, dengan melibatkan seluruh stakeholder yang terkait.

Dari kenyataan itu dapat dipahami bahwa khasiat minyak nilam tak hanya dapat dirasakan oleh tubuh. Lebih jauh, ada banyak manfaat lain yang dimiliki oleh minyak nilam ini. Salah satu dan mungkin yang paling penting adalah ada banyak dapur tetap mengebul berkatnya.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>