Apa Saja Tanda-tanda Sindrom Asperger?

sindrom asperger

Orang dengan sindrom Asperger melihat, mendengar, dan merasakan dunia berbeda dengan orang kebanyakan. Sindrom Asperger bukanlah penyakit, sehingga tidak bisa “disembuhkan”. Orang dengan sindrom ini hidup dengan kondisi tersebut sepanjang hayatnya.

Meski tergolong autism spectrum disorder (ASD), asperger memiliki tingkat kecerdasan normal, bahkan kerap di atas rata-rata. Karena itu, banyak orang tua terlambat atau malah tidak menyadari anaknya mengalami gangguan tumbuh kembang tersebut. Berikut gejala asperger, yang bisa dikenali sejak anak berusia sekitar dua tahun.

1. Memiliki ketertarikan mendalam terhadap suatu hal

Anak dengan asperger memiliki minat yang terbatas. Saat anak-anak sebayanya mencoba sebanyak mungkin hal baru, mereka hanya tertarik pada satu topik. Sesuai tingkat usianya, mereka akan mengumpulkan semua hal dan informasi soal topik favoritnya itu. Entah itu sepak bola, truk, ikan hiu, dan lainnya.

2. Tidak suka perubahan

Anak dengan asperger terpaku pada rutinitas hariannya. Sekalinya menghadapi perubahan, misalnya, harus pergi saat jam tidur siang, mereka akan kebingungan atau meluapkan emosinya. Kondisi ini juga berlaku pada makanan. Saat anak itu sudah doyan pada satu jenis masakan untuk sarapan, dia bisa menolak mentah-mentah menu sarapan lain.

3. Sulit berkomunikasi

Meski memiliki kemampuan berbahasa yang baik, anak dengan asperger kesulitan berkomunikasi. Mereka butuh waktu ekstra untuk mencerna omongan orang. Mereka juga kesulitan memahami ekspresi wajah, nada bicara, guyonan, dan konsep abstrak. Saat anak masih kecil, kesulitan berkomunikasi ini bisa dikenali lewat ketiadaan kontak mata saat berbicara serta memiliki masalah dengan intonasi suara. Mereka juga memiliki untuk menyendiri di keramaian.

4. Terhambatnya perkembangan motorik

Anak penyandang sindrom asperger biasanya menghindari olahraga. Bukannya tidak suka. Tapi mereka memiliki keterlambatan perkembangan motorik. Ditambah kesulitan dalam keterampilan sosial, anak dengan asperger akan kesulitan saat melakukan olahraga kelompok, seperti sepakbola dan bola voli. Efek lain adalah kesulitan menulis dengan rapi.

5. Hipersensitif

Kebanyakan anak dengan asperger memiliki sistem sensorik yang sangat sensitif. Dampaknya, mereka mudah terganggu berbagai hal yang bagi teman-temannya merupakan hal yang biasa, seperti cahaya lampu, suara musik keras, atau pun makanan yang sedikit pedas.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>