Olahraga tagged posts

Ingin Menenangkan Pikiran, Lakukan Cara Mudah Berikut Ini!

cara menenangkan pikiran

Berbagai aktivitas hingga masalah di sekitar memang kerap menjadi beban yang kadang mengganggu pikiran. Jika Anda ingin mencari cara menenngkan pikiran, beberapa langkah berikut ini mungkin bisa Anda coba lakukan!

  • Bernapas

Kita memang bernapas setiap hari. Tapi ketika bernapas dilakukan dengan lebih hati-hati dan penuh kesadaran, maka ada efek lain yang bisa kita rasakan. Perhatikan ritmenya. Jika Anda mengambil napas pendek dan cepat, cobalah bergerak ke arah yang lebih lambat dan lebih dalam.

  • Melihat Ikan Berenang

Orang-orang yang memiliki akuarium di dalam rumahnya cenderung merasa lebih tenang, santai dan tidak stres. Sebuah penelitian menyebut bahwa semakin banyak komponen makhluk hidup yang ditambahkan, maka semakin bahagia orang yang melihatnya.

  • Berolahraga

Bukan rahasia lagi jika berolahraga bisa membantu tubuh mengeluarkan endorfin yang akan membuat seseorang merasa senang. Olahraga juga bisa meningkatkan mood, fokus dan kualitas tidur Anda.

  • Mendengarkan Musik

Mendengarkan musik bisa menenangkan otak dan membuat jumlah neuron yang terbakar di amygdala berkurang. Musik adalah obat untuk Anda yang mengalami masalah psikis.

  • Menolong Orang Lain

Melakukan sesuatu untuk orang lain ternyata bisa membantu menurunkan tingkat stres sekaligus mengurangi rasa kesepian. Kesehatan jantung hingga respon imunitas tubuh pun bisa meningkat karenanya.

  • Keluar dari Ruangan

Dikelilingi oleh pemandangan alami bisa membantu seseorang berpikir lebih jernih, merasa tenang dan segar. Ketika berada di tempat dengan pemandangan serba hijau, otak tidak perlu bekerja terlalu keras. Ini sangat baik untuk membantu Anda meningkatkan konsentrasi, menurunkan tekanan darah hingga mengurangi tingkat hormon stres.

  • Lakukan Relaksasi Otot

Tubuh dan pikiran memiliki koneksi. Gunaka koneksi ini untuk membantu menenangkan pikiran. Raih kaki atau tangan Anda, tahan selama beberapa saat kemudian lepaskan. Anda akan merasakan bedanya tidak hanya di tubuh tapi juga di pikiran.

  • Berjalan-jalan dengan Hewan Peliharaan

Jika Anda punya seekor anjing, mengajaknya keluar dan berkeliling  di taman dekat rumah atau sekadar bermain-main dengannya akan sangat membantu mengurangi kecemasan, kebingungan dan tekanan pikiran lainnya. Ini adalah manfaat khusus yang didapatkan orang-orang dengan hewan peliharaan.

  • Membayangkan Hal Bagus

Pikirkan satu tempat kesukaan yang bisa membuat Anda merasa bahagia. Bayangkan tempat itu ada di depan Anda dan rasakan bagaimana aroma dan suasana di sana. Audio pendukung juga akan sangat berguna membantu Anda menenangkan diri dengan cara membayangkan tempat-tempat kesukaan Anda.

  • Melakukan Yoga

Latihan pernapasan dalam yoga diketahui akan membantu Anda mengatasi stres dan kecemasan berlebih.

  • Berkreasi

Hobi menggambar, berkebun atau membuat kerajinan tangan? Coba lakukan hal-hal tersebut di waktu luang untuk membantu menghilangkan ketegangan.

  • Istirahatlah

Meskipun sedang tidak bekerja, pikiran bisa saja lelah karena berbagai hal. Cobalah untuk berjalan ringan, mengobrol dengan teman atau sekadar mengosongkan pikiran dari hal-hal yang memberatkan. Ini akan membantu pikiran Anda jadi lebih jernih.

  • Biofeedback

Teknik ini mengajarkan Anda untuk mengendalikan reaksi Anda terhadap stres. Berkonsultasilah dengan terapis, kemudian lakukan pemeriksaan untuk mengetahui gelombang otak, suhu kulit dan pernapasan. Dengan mengetahui seberapa besar tingkat stres, Anda bisa mencari cara paling tepat menanganinya.

Dengan melakukan beberapa langkah menenangkan pikiran di atas, dapatkan kualitas kesehatan mental yang lebuh baik.

Read More

Tips Menjaga Keamanan Anak-Anak Saat Olahraga

tips menjaga keamanan anak saat olahraga

Ketika anak-anak bermain sepeda atau bola, mereka hanya memikirkan cara bersenang-senang dan memberikan tendangan atau kayuhan sepeda yang cepat dan kencang. Tanpa disadari, hal tersebut merupakan penyebab umum kecelakaan hingga cedera olahraga yang terjadi pada anak-anak. Perlu diketahui, bersepeda, bola basket, sepak bola, berseluncur, baseball, softball, dan bermain di taman bermain serta melompat di trampolin adalah deretan olahraga favorit dan kegiatan rekreasi yang banyak menimbulkan cedera pada anak-anak usia 5-12 tahun.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam edisi November/Desember 2001 dalam Journal of American Academy of Orthopedic Surgeons, ruang gawat darurat rumah sakit dan klinik di Amerika Serikat menangani setidaknya sekitar 2,2 juta kasus patah tulang, dislokasi, dan cedera otot pada anak-anak yang mengalami kecelakaan pada kegiatan rekreasi di tahun 2000.

John M. Purvis, MD, seorang asisten profesor klinis bedah ortopedi dan rehabilitasi di Universitas Mississippi Medical School di Jackson mengungkap bahwa otot, tulang, ligamen, dan tendon anak-anak yang masih masih bertumbuh kerap menyebabkan anak-anak lebih mungkin mengalami cedera daripada orang dewasa. Ditambah lagi dengan kegiatan bermain anak-anak yang kadang-kadang lebih berisiko.


Bermainlah dengan Aman
Aktivitas fisik seperti olahraga sangatlah penting untuk perkembangan dan pertumbuhan anak-anak. Akan tetapi, penekanan mengenai pentingnya mengikuti panduan keselamatan dan menggunakan alat pelindung juga harus diimbangi agar angka cedera olahraga pada anak dapat berkurang. Itulah sebabnya pengawasan untuk mengajak anak bermain dengan aman sangat penting untuk selalu dilakukan oleh orangtua dan guru.

Hal pertama yang harus dipastikan sebelum anak masuk ke dalam lapangan bermain adalah pemeriksaan kondisi fisik. Selain itu, anak-anak juga harus memahami beberapa arahan lain, seperti:

  • Mengetahui dan mengikuti aturan olahraga.
  • Mengenakan perlengkapan pelindung yang tepat–seperti pelindung tulang kering untuk sepak bola, helm ketika menghadapi pitcher baseball, atau sepatu yang sesuai serta dikenakan dengan benar apa pun olahraganya.
  • Mengetahui cara menggunakan peralatan olahraga.
  • Melakukan pemanasan sebelum bermain.
  • Hindari bermain ketika lelah atau sakit.


Olahraga Sekolah pada Remaja
Berbeda dengan anak-anak yang mengalami cedera karena jatuh dari sepeda, trampolin, atau skuter, anak-anak remaja biasanya akan mengalami luka dan cedera ketika pendapatkan benturan keras saat bertabrakan di pertandingan basket atau sepak bola. Cedera olahraga yang terjadi para remaja di sekolah itu harus mendapat perhatian lebih. Pasalnya, struktur tulang remaja belum sepenuhnya matang. Hal ini membuat mereka lebih rentan mengalami berbagai jenis cedera dibandingkan dengan atlet yang lebih tua. Bahkan, para atlet muda di sekolah juga dapat menderita osteochondritis (peradangan tulang rawan) dan spondylolisthesis (suatu kondisi di mana tulang belakang bergeser ke depan).

Jangan Sepelekan Cedera
Meskipun cedera tampak ringan, anak-anak dan remaja memerlukan perhatian medis yang cepat dan tepat. Para orangtua dan pelatih juga tidak boleh memaksa mereka yang mengalami cedera untuk melanjutkan aktivitas karena berisiko menyebabkan kerusakan permanen dan hingga penyakit yang serius, seperti osteoarthritis.

Perlu diingat bahwa keparahan sebuah cedera tidak hanya dapat dilihat dari seberapa parah rasa sakit yang timbul saat luka terjadi. Cedera ringan seperti jari yang terkilir bisa menyakitkan, sedangkan cedera serius seperti gegar otak atau cedera leher tidak menimbulkan rasa sakit yang parah. Jangan heran jika dokter akan memperlakukan pasien dengan cedera kepala lebih serius. Apalagi jika mereka mengalami kehilangan memori, sakit kepala, atau mual saat berlari.

Read More