mpasi tagged posts

Perhatikan Ini dalam Membuat Menu Makanan Bayi

Memulai memberi makan bayi dengan makanan semi padat menjadi momen yang mengharukan sekaligus mengkhawatirkan. Anda mungkin akan sangat gembira karena si kecil akan memulai petualangannya mencicipi makanan dan mendapat nutrisi tambahan. Di sisi lain, perasaan khawatir pasti mencuat mengenai cocok tidaknya menu makanan bayi yang hendak diberikan kepada buah hati.

Bagaimanapun, anak Anda tetaplah bayi yang memiliki keterbatasan dalam hal pencernaan. Berhati-hati memilih menu makanan bayi menjadi mutlak guna menghindari masalah kesehatan menghampiri.

Untuk itu, beberapa hal mesti Anda mestikan ketika hendak memberikan si kecil makanan pertamanya. Berikut ini adalah beberapa hal yang mesti Anda lakukan dan hindari ketika memberikan bayi Anda makan pada tahap awal.

  1. Mulailah dengan Satu Jenis

Ketika hendak mulai memberikan bayi Anda makanan semi padat, Anda berada di posisi benar-benar tidak mengetahui sebenarnya apa saja makanan yang cocok atau tidak baginya. Jalan terbaik untuk mengetahuinya adalah memberi menu makanan bayi secara satu per satu untuk mengecek ada tidaknya alergi pada si kecil. Jika suatu jenis makanan tidak menimbulkan indikasi tertentu pada bayi, Anda bisa mulai mencampurkannya dengan menu makanan bayi lain di minggu berikutnya.

  • Jangan Banyak-banyak

Lambung bayi Anda masihlah kecil. Jangan samakan porsi si kecil dengan porsi Anda ataupun anak-anak usia di atas 2 tahun! Umumnya ketika mulai memberikan makanan semi padat, porsi yang sesuai untuk bayi hanya sekitar setengah sendok makan. Dalam satu atau dua minggu jika tidak ada masalah, porsinya bisa Anda tigkatkan menjadi satu sendok makan tiap kali makan.

  • Tanpa Gula dan Garam

Pemakaian gula dan garam pada menu makanan bayi sangat tidak dianjurkan. Setidaknya sampai anak Anda berusia satu tahun, biarkan semua makanannya bercita rasa murni tanpa campuran rasa asin dari garam maupun manis dari gula. Tujuannya guna mencegah ginjal si kecil bekerja secara berlebihan yang berisiko menimbulkan gangguan fungsi ginjal.

  • Katakan Tidak pada Madu

Tidak bisa dimungkiri, madu masih sering dijadikan sebagai campuran menu makanan bayi. Bahkan madu kerap dioleskan di lidah si kecil guna menjadi pencegah panas dalam. Nyatanya, manfaat madu untuk bayi adalah mitos yang membayakan. Mengonsumsi madu justru bisa menyebabkan si kecil terkena penyakit botulisme sebab bahan makanan yang satu ini mengandung bakteri Clostridium botulinum. Dalam tahap parah, botulisme bahkan bisa berakibat kematian pada bayi.

  • Biarkan Asupan Lemak

Anda mungkin berpikir bahwa lemak akan mengakibatkan bayi berisiko terserang berbagai macam penyakit seperti yang terjadi pada orang dewasa. Anggapan tersebut tidaklah tepat. Ketika bayi sudah bisa mengonsumsi berbagai jenis makanan, kehadiran porsi lemak dalam menu makanan bayi justru tidak boleh terlewat. Anda tidak perlu khawatir lemak memberikan efek negatif pada si buah hati. Kenyataannya, lemak bagi bayi justru berperan penting dalam perkembangan otak dan sistem sarafnya.

  • Jus? Tentu Saja Tidak!

Buah-buahan memang bisa memberikan tambahan vitamin bagi bayi Anda. Namun, jangan sekali-kali memikirkan menu makanan bayi berupa jus. Menjadikan buah sebagai jus hanya membuat serat yang terkandung dalam buah banyak yang hilang. Penambahan zat pemanis juga berisiko membuat ginjal si kecil bekerja terlalu berat. Alih-alih memberikan jus, cobalah membuat puree dari buah segar.

Menu makanan bayi yang Anda berikan kepada si kecil akan sangat menentukan kesehatan dan perkembangan tubuhnya. Jadi, pastikan menu yang Anda berikan sudah tepat dan tidak menimbulkan risiko berbahaya.

Read More