masalah tulang tagged posts

Gerakan Senam Osteoporosis untuk Memperkuat Tulang

Gerakan Senam Osteoporosis untuk Memperkuat Tulang

Senam osteoporosis dapat memperkuat otot-otot tubuh seperti perut, bokong, maupun pinggul, memperbaiki postur, mengurangi rasa sakit, serta meningkatkan keseimbangan tubuh penderitanya. Meski mengalami pengeroposan tulang, penderita osteoporosis tetap wajib berolahraga. Bagi penderita osteoporosis, olahraga dapat memperkuat tulang. Selain itu, olahraga juga melatih keseimbangan penderita osteoporosis sehingga menurunkan risiko untuk jatuh semakin berkurang. Salah satu jenis olahraga yang disarankan adalah senam osteoporosis. Gerakan senam osteoporosis tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena dapat berdampak buruk bagi penderitanya.

  • Bicep curls

Gerakan satu ini bisa Anda lakukan sambil duduk maupun berdiri. Untuk melakukan gerakan ini, Anda perlu menyiapkan resistance band atau bisa juga dengan barbel seberat ½ hingga 2 kg. Untuk pengguna barbel, taruh beban pada masing-masing tangan, lalu angkat beban ke arah dada hingga otot bisep lengan Anda berkontraksi. Turunkan lengan ke posisi awal. Ulangi gerakan tersebut sebanyak 8 hingga 12 kali dalam dua set. Hal serupa juga berlaku bagi pengguna resistance band. Hanya saja, Anda harus menginjak salah satu sisi alat ini menggunakan kaki, sebelum kemudian melakukan tarikan seperti saat mengangkat dumbel pada sisi satunya.

  • Squat

Squat merupakan gerakan dalam senam osteoporosis yang berguna untuk memperkuat bokong dan bagian depan kaki. Untuk melakukan gerakan ini, buka kaki hingga selebar pinggul terlebih dahulu. Supaya keseimbangan tetap terjaga, Anda diperbolehkan untuk meletakkan tangan di atas perabotan yang kokoh.Setelah itu, tekuk lutut dan mulai berjongkok secara perlahan. Pastikan tubuh Anda tetap dalam kondisi tegak saat melakukan gerakan ini. Kencangkan bokong Anda sebelum kemudian berdiri ke posisi semula. Ulangi gerakan ini sebanyak 8 hingga 12 kali, sesuai kemampuan Anda.

  • Hip leg lifts

Melakukan hip leg lifts yang benar, buka kaki Anda hingga selebar pinggung. Setelah itu, pusatkan berat badan Anda ke kaki kiri. Lalu, angkat kaki kanan ke samping. Pastikan kaki kanan tetap dalam kondisi lurus ketika diangkat dan tingginya kurang dari 15 cm di atas lantai. Ulangi sebanyak 8 hingga 12 kali sebelum kemudian tumpuan berpindah ke kaki kanan. Gerakan dalam senam osteoporosis ini berguna untuk meningkatkan keseimbangan tubuh dan memperkuat otot-otot sekitar pinggul. Jika merasa kesulitan ketika melakukan gerakan ini, Anda diperbolehkan untuk berpegangan pada perabotan kokoh untuk menjaga keseimbangan.

  • Foot stomps

Foot stomps merupakan salah satu gerakan dalam senam osteoporosis yang memanfaatkan hentakan kaki. Gerakan ini diketahui dapat membantu memperkuat tulang pinggul penderita osteoporosis.Untuk melakukan gerakan ini, Anda hanya perlu menghentakan kaki ke tanah dengan kencang. Setelah empat kali pengulangan, lakukan gerakan serupa dengan menggunakan kaki yang lain. 

  • Standing on one leg

Tergolong mudah, gerakan ini dilakukan untuk meningkatkan keseimbangan Anda. Untuk melakukannya, Anda hanya perlu mengangkat salah satu kaki sambil berpegangan pada perabot yang kokoh. Setelah satu menit, turunkan secara perlahan sebelum kemudian mengulangi gerakan yang sama pada kaki satunya.

Read More

Mengapa Seseorang Bisa Terserang Achondroplasia?

Di sekitar kita, ada orang-orang yang terlahir dengan postur tubuh tidak seperti sebagaimana mestinya. Mereka memiliki torso atau batang tubuh normal, tetapi anggota badan yang lain cenderung pendek atau mungil. Kondisi itu dalam dunia medis disebut achondroplasia.

Secara umum, kondisi tersebut merupakan gangguan dalam pertumbuhan tulang. Dari 25 ribu kelahiran, satu di antaranya menderita achondroplasia. Data itu didapat dari rilisan Columbia University Medical Center (CUMC).

Digadang-gadang achondroplasia merupakan gangguan genetik. Namun, untuk mengetahui mengapa seseorang bisa terserang achondroplasia tidaklah sesederhana itu.

Achondroplasia bisa dilacak pada saat bayi di dalam kandungan. Selama perkembangan awal janin, sebagian besar rangka terdiri dari tulang rawan. Biasanya, sebagian besar tulang rawan akhirnya berubah menjadi tulang. Namun, jika seseorang memiliki achondroplasia, banyak tulang rawan tidak berubah menjadi tulang. Ini disebabkan oleh mutasi gen FGFR3.

Gen FGFR3 menginstruksikan tubuh untuk membuat protein yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang. Mutasi gen FGFR3 menyebabkan protein menjadi terlalu aktif sehingga mengganggu perkembangan tulang secara normal.

Ada sekitar 80 persen kasus achondroplasia tidak diwariskan. Menurut National Human Genome Research Institute (NHGRI), kasus-kasus ini disebabkan oleh mutasi spontan pada gen FGFR3.

Sekitar 20 persen kasus diwarisi di mana mutasi mengikuti pola pewarisan dominan autosomal. Ini berarti cukup satu orang tua yang mewariskan gen FGFR3 rusak untuk membuat bayinya terlahir dengan kondisi achondroplasia.

Jika salah satu orang tua memiliki kondisinya, anak itu memiliki peluang 50 persen untuk mendapatkannya. Jika kedua orang tua memiliki kondisi tersebut, maka akan timbul tiga kemungkinan:

  • Pertama: 25 persen kemungkinan bertubuh normal
  • Kedua: 50 persen kemungkinan memiliki satu gen yang rusak yang menyebabkan achondroplasia
  • Ketiga: 25 persen kemungkinan mewarisi dua gen yang rusak, yang akan menghasilkan bentuk fatal achondroplasia disebut achondroplasia homozigot

Bayi yang lahir dengan achondroplasia homozigot, biasanya lahir mati atau akan meninggal dalam beberapa bulan setelah dilahirkan.

Achondroplasia tidak hanya akan membuat penderitanya memiliki tubuh yang tidak proporsional. Lebih jauh dari itu, penderita achondroplasia juga berpotensi menderita masalah kesehatan lain, seperti:

  • Tonus otot menurun, yang dapat menyebabkan keterlambatan dalam berjalan dan keterampilan motorik lainnya
  • Apnea yang melibatkan periode singkat pernapasan yang lambat atau pernapasan yang berhenti
  • Terjadi penumpukan cairan di otak atau disebut dengan hidrosefalus
  • Stenosis tulang belakang yang merupakan penyempitan kanal tulang belakang yang dapat menekan sumsum tulang belakang

Selain itu, seseorang yang menderita achondroplasia juga dapat mengalami kesulitan menekuk siku, menjadi gemuk, mengalami infeksi telinga berulang karena bagian sempit di telinga, mengembangkan kaki tertunduk, mengalami kelengkungan abnormal tulang belakang yang disebut lordosis, serta mengembangkan stenosis tulang belakang baru atau lebih parah.

Kendati demikian, penderita achondroplasia hanya mengalami gangguan yang sifatnya fisik semata. Tingkat kecerdasan dan kondisi mental lainnya akan tetap sama seperti pada umumnya.

Sayangnya, dunia medis saat ini belum memiliki metode pengobatan ataupun metode pencegahan untuk achondroplasia. Dokter mungkin hanya dapat mencegah atau menangani komplikasi yang mungkin akan terpicu oleh kondisi achondroplasia ini. Bisa juga petugas medis memberikan pengobatan hormon pertumbuhan untuk meningkatkan laju pertumbuhan tulang anak.

Untuk itu perlu kiranya memeriksakan genetik sebelum memulai program kehamilan. Jika ada riwayat achondroplasia di keluarga, pasangan perlu mempertimbangkan pengujian genetik sebelum hamil, sehingga sepenuhnya memahami risiko kesehatan anak pada masa yang akan datang.

Read More