kanker tagged posts

Angiogenesis dan Kanker: Seperti Apa Hubungannya?

Angiogenesis dan Kanker: Seperti Apa Hubungannya?

Pernahkah Anda mendengar tentang angiogenesis? Angiogenesis adalah proses pembentukan pembuluh darah baru dari pembuluh darah yang telah ada sebelumnya. Angiogenesis merupakan suatu proses alami yang dialami oleh siapapun. 

Pembuluh darah bertugas membawa oksigen dan juga nutrisi bermanfaat untuk disebarkan ke seluruh jaringan tubuh. Selain itu, pembuluh darah juga dapat menjadi tempat mengalirnya darah kotor dari produksi racun maupun zat-zat sisa dalam tubuh yang nantinya akan dibersihkan kembali. 

Ketika jaringan baru bertumbuh, maka akan muncul juga pembuluh darah baru yang terhubung pada jaringan tersebut. Proses inilah yang dimaksud dengan angiogenesis.

Apa sebenarnya angiogenesis?

Angiogenesis akan terjadi, seperti ketika pemulihan luka maupun proses pembentukan plasenta selama periode kehamilan. Proses ini normal dan dibutuhkan oleh tubuh.

  • Angiogenesis baik (normal)

Jaringan tubuh yang baru tumbuh membutuhkan pembuluh darah baru sebagai jalan distribusi oksigen dan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai angiogenesis baik. Proses angiogenesis baik ini dikontrol oleh dua zat yang bertugas saling menyeimbangkan, antara lain zat yang bertugas merangsang dan menghambat proses angiogenesis. Tubuh akan secara alami mengatur kadar masing-masing zat tersebut, kapan memproduksi zat perangsang angiogenesis dan kapan memperlambat proses produksinya.

Sayangnya, dalam beberapa kasus, tubuh dapat kehilangan kemampuan untuk menyeimbangkan dua zat tadi, sehingga memicu gangguan pada proses angiogenesis. Sebagai contoh, pembuluh darah dapat saja tidak dapat mencukupi kebutuhan tubuh atau justru ia akan terbentuk secara berlebihan.

  • Angiogenesis buruk dan hubungannya dengan kanker

Berbalikan dengan angiogenesis baik, angiogenesis buruk sering kali dikaitkan dengan penyakit tertentu, seperti kanker. Ketika jaringan timbul berasal dari sel abnormal, seperti timbulnya tumor atau kanker dalam tubuh, proses angiogenesis juga terjadi.

Sejauh ini telah diketahui terdapat dua peranan angiogenesis bagi kanker, yaitu membantu sel kanker tumbuh dan menyebar. Saat jaringan kanker baru tumbuh sebesar satu milimeter, jaringan ini akan membutuhkan pembuluh darah sebagai pembawa makanan agar ia tetap dapat terus tumbuh dan bertahan. Angiogenesis dalam konteks ini akan bekerja membentuk pembuluh darah baru yang terhubung pada jaringan kanker tadi. 

Sementara itu, pembuluh darah baru juga akan terbentuk dan berfungsi sebagai pemberi makan untuk jaringan kanker yang lantas membuatnya terus tumbuh dan berkembang. Pembuluh darah baru ini juga akan dimanfaatkan oleh jaringan kanker dalam menyebarkan sel kanker pada jaringan lain (metastasis). Kondisi ini membuat sel-sel kanker berpindah dari organ tempat awal timbulnya kanker menjalar ke organ lain yang bersih. Sel kanker yang terus tumbuh membutuhkan dua faktor:

  1. Faktor perangsang proses angiogenesis yang akan membentuk pembuluh darah baru secara terus menerus.
  2. Faktor penghambat angiogenesis menjadi tidak aktif.

Kedua faktor ini membuat pembuluh darah baru terus terbentuk dan memberikan pasokan tumor. Pembuluh darah yang memiliki kepadatan yang tinggi pada suatu tumor, berisiko lebih tinggi juga dalam menyebarkan sel tumor tersebut.

Mengobati kanker dengan antiangiogenesis, efektifkah?

Prosedur pengobatan saat ini menitikberatkan pada faktor pemicu angiogenesis dengan bantuan obat-obatan, yang disebut obat antiangiogenesis. Tugasnya, yaitu untuk mencegah pembentukan pembuluh darah baru dan menghentikan pasokan makanan bagi tumor. Dengan begitu, secara perlahan sel kanker akan terbunuh.

Sebagai catatan, obat antiangiogenesis tidak dapat membunuh sel kanker secara langsung. Prosedur pengobatan dengan obat antiangiogenesis ini memerlukan kombinasi dengan metode pengobatan lain, seperti radiasi, kemoterapi, dan pembedahan. 

Read More