disorientasi tagged posts

Mari Mengenal Disorientasi: Penyebab dan Penanganannya

Seseorang yang merasa sering kebingungan terutama dengan level parah dapat dikatakan menderita disorientasi. Apakah itu disorientasi? Disorientasi adalah ketika terjadi perubahan kondisi mental seseorang sehingga menyebabkan kebingungan tentang waktu, lokasi, bahkan identitas diri sendiri. Disorientasi yang dialami bisa saja merupakan gejala dari penyakit tertentu. Oleh karena itu, penderita disorientasi membutuhkan bantuan dari dokter.

Penyebab disorientasi

Penyebab seseorang mengalami disorientasi tidak selalu sama sebab terdapat bermacam jenisnya. Berikut ini merupakan beberapa penyebab disorientasi.

  • Demensia

Penyebab paling umum seseorang mengalami disorientasi adalah demensia yang bersifat permanen dan konsisten. Demensia adalah kondisi tertentu yang berpengaruh pada perilaku, pikiran, dan kemampuan melakukan kegiatan keseharian. 

  • Delirium

Secara umum, penderita yang mengalami demensia juga mengalami delirium. Kondisi delirium sendiri disebabkan oleh adanya gangguan mendadak pada pikiran seseorang. Hal ini dipicu oleh infeksi tertentu atau obat-obatan. Delirium terbagi menjadi 3 jenis yaitu delirium hiperaktif, delirium hipoaktif, dan delirium campuran. Delirium berkembang lebih cepat dibangingkan demensia.

  • Efek samping obat

Selain demensia dan delirium, efek samping obat-obatan juga bisa menjadi penyebab diorientasi. Penggunaan alkohol dan ganja dalam jumlah berlebih dan tidak terkontrol juga bisa menyebabkan terjadinya disorientasi.

  • Gangguan mental

Stres karena tekanan yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan mental yang kemudian menyebabkan terjadinya disorientasi. Gangguan mental tersebut bisa bermacam-macam jenisnya.

  • Penyebab lainnya

Selain 4 hal yang disebutkan sebelumnya, disorientasi juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor tambahan yang dipicu gangguan medis. Beberapa penyebab disorientasi tersebut yaitu epilepsi, hipotermia, stroke, sepsis, gagal ginjal, dehidrasi, demam, hipoksia, serta berbagai kondisi medis lainnya.

Berbagai gejala disorientasi

Ketika seseorang mengalami disorientasi, terdapat gejala penyerta yang muncul. Berikut ini beberapa gejala penderita disorientasi.

  • Kebingungan

Gejala paling umum pada penderita disorientasi adalah terjadinya kebingungan. Hal ini menyebabkan penderita disorientasi tidak dapat berpikir dengan jelas seperti biasanya, sulit berkonsentrasi, dan menjadi bergerak lebih lambat. Kebingungan yang muncul biasanya terhadap waktu, lokasi, dan identitas diri. Kebingungan yang dialami dapat menyeluruh atau sebagian saja, misalnya hanya bingung lokasi, tergantung pada tingkat keparahan disorientasi yang dialami.

  • Delusi dan halusinasi

Penderita disorientasi juga dapat memiliki gejala berupa delusi dan halusinasi. Keduanya mungkin mirip namun sebenarnya dua kondisi berbeda. Delusi adalah ketika seseorang meyakini hal-hal tertentu terjadi padahal sebenarnya tidak terjadi. Sedangkan halusinasi adalah ketika seseorang meyakini mendengar atau melihat hal-hal tertentu padahal tidak ada.

  • Agitasi

Gejala lain yang muncul pada penderita disorientasi yaitu agitasi. Hal ini dijelaskan sebagai munculnya perasaan gelisah dan marah tanpa sebab. Agitasi sendiri termasuk dalam kondisi gangguan kejiwaan yang juga membutuhkan penanganan dari dokter.

Penanganan disorientasi

Penanganan disorientasi perlu dilakukan dan membutuhkan bantuan medis sebab jika semakin parah dapat memperburuk kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi disorientasi.

  • Melakukan serangkaian tes khusus

Langkah pertama untuk menangani disorientasi adalah dengan membawanya ke dokter. Nantinya dokter akan melakukan serangkaian tes khusus untuk mengetahui penyebab disorientasi. Diagnosis penyebab disorientasi tidak bisa dilakukan sendiri.

  • Pemberian obat sesuai penyebab disorientasi

Setelah dokter mengetahui penyebab disorientasi, maka penanganan lebih lanjut dapat dilakukan. Dokter akan memberikan resep obat tertentu yang sesuai untuk menangani disorientasi seseorang sesuai penyebabnya.

  • Menciptakan lingkungan yang akrab

Untuk mempermudah penderita disorientasi mengurangi kebingungannya, sebaiknya ciptakan lingkungan yang akrab dan sama setiap harinya. Atur dan letakkan benda-benda di tempat yang sama. Hindari membuat perubahan yang mendadak pada lingkungan tempat tinggal penderita disorientasi.

Untuk mencegah terjadinya disorientasi, Anda dapat mengupayakan agar tidak terkena demensia atau delirium. Kedua hal tersebut merupakan penyebab disorientasi yang paling utama. Beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu dengan menciptakan lingkungan dan pola hidup sehat. Anda sebaiknya mengatur pola makan, tidur berkualitas, menghindari suara bising, serta menjaga kesehatan lingkungan. Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter jika memiliki gejala diorientasi sehingga bisa mendapat penanganan yang tepat.

Read More