Category Olahraga

Tips Menjaga Keamanan Anak-Anak Saat Olahraga

tips menjaga keamanan anak saat olahraga

Ketika anak-anak bermain sepeda atau bola, mereka hanya memikirkan cara bersenang-senang dan memberikan tendangan atau kayuhan sepeda yang cepat dan kencang. Tanpa disadari, hal tersebut merupakan penyebab umum kecelakaan hingga cedera olahraga yang terjadi pada anak-anak. Perlu diketahui, bersepeda, bola basket, sepak bola, berseluncur, baseball, softball, dan bermain di taman bermain serta melompat di trampolin adalah deretan olahraga favorit dan kegiatan rekreasi yang banyak menimbulkan cedera pada anak-anak usia 5-12 tahun.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam edisi November/Desember 2001 dalam Journal of American Academy of Orthopedic Surgeons, ruang gawat darurat rumah sakit dan klinik di Amerika Serikat menangani setidaknya sekitar 2,2 juta kasus patah tulang, dislokasi, dan cedera otot pada anak-anak yang mengalami kecelakaan pada kegiatan rekreasi di tahun 2000.

John M. Purvis, MD, seorang asisten profesor klinis bedah ortopedi dan rehabilitasi di Universitas Mississippi Medical School di Jackson mengungkap bahwa otot, tulang, ligamen, dan tendon anak-anak yang masih masih bertumbuh kerap menyebabkan anak-anak lebih mungkin mengalami cedera daripada orang dewasa. Ditambah lagi dengan kegiatan bermain anak-anak yang kadang-kadang lebih berisiko.


Bermainlah dengan Aman
Aktivitas fisik seperti olahraga sangatlah penting untuk perkembangan dan pertumbuhan anak-anak. Akan tetapi, penekanan mengenai pentingnya mengikuti panduan keselamatan dan menggunakan alat pelindung juga harus diimbangi agar angka cedera olahraga pada anak dapat berkurang. Itulah sebabnya pengawasan untuk mengajak anak bermain dengan aman sangat penting untuk selalu dilakukan oleh orangtua dan guru.

Hal pertama yang harus dipastikan sebelum anak masuk ke dalam lapangan bermain adalah pemeriksaan kondisi fisik. Selain itu, anak-anak juga harus memahami beberapa arahan lain, seperti:

  • Mengetahui dan mengikuti aturan olahraga.
  • Mengenakan perlengkapan pelindung yang tepat–seperti pelindung tulang kering untuk sepak bola, helm ketika menghadapi pitcher baseball, atau sepatu yang sesuai serta dikenakan dengan benar apa pun olahraganya.
  • Mengetahui cara menggunakan peralatan olahraga.
  • Melakukan pemanasan sebelum bermain.
  • Hindari bermain ketika lelah atau sakit.


Olahraga Sekolah pada Remaja
Berbeda dengan anak-anak yang mengalami cedera karena jatuh dari sepeda, trampolin, atau skuter, anak-anak remaja biasanya akan mengalami luka dan cedera ketika pendapatkan benturan keras saat bertabrakan di pertandingan basket atau sepak bola. Cedera olahraga yang terjadi para remaja di sekolah itu harus mendapat perhatian lebih. Pasalnya, struktur tulang remaja belum sepenuhnya matang. Hal ini membuat mereka lebih rentan mengalami berbagai jenis cedera dibandingkan dengan atlet yang lebih tua. Bahkan, para atlet muda di sekolah juga dapat menderita osteochondritis (peradangan tulang rawan) dan spondylolisthesis (suatu kondisi di mana tulang belakang bergeser ke depan).

Jangan Sepelekan Cedera
Meskipun cedera tampak ringan, anak-anak dan remaja memerlukan perhatian medis yang cepat dan tepat. Para orangtua dan pelatih juga tidak boleh memaksa mereka yang mengalami cedera untuk melanjutkan aktivitas karena berisiko menyebabkan kerusakan permanen dan hingga penyakit yang serius, seperti osteoarthritis.

Perlu diingat bahwa keparahan sebuah cedera tidak hanya dapat dilihat dari seberapa parah rasa sakit yang timbul saat luka terjadi. Cedera ringan seperti jari yang terkilir bisa menyakitkan, sedangkan cedera serius seperti gegar otak atau cedera leher tidak menimbulkan rasa sakit yang parah. Jangan heran jika dokter akan memperlakukan pasien dengan cedera kepala lebih serius. Apalagi jika mereka mengalami kehilangan memori, sakit kepala, atau mual saat berlari.

Read More