Menimbang Anggur Putih: Sepadankah Manfaat Ketimbang Bahayanya?

Anggur putih dinilai baik untuk kesehatan jantung

Bagi sebagian orang, kebiasaan minum minuman beralkohol telah menjadi gaya hidup. Di beberapa tempat, minuman beralkohol bahkan telah membudaya. Dari sekian banyak jenis dan ragam minuman beralkohol, anggur, baik itu anggur merah ataupun anggur putih, menjadi salah satu yang paling populer.

Kita sepakat bahwa setiap yang berlebihan akan menimbulkan sesuatu yang buruk, tak perlu menjadikan anggur putih atau semua jenis minuman beralkohol lainnya sebagai contoh. Yang jadi masalah adalah, benarkah anggur putih bisa memberikan manfaat bagi peminumnya, jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Juga apakah manfaat itu sebanding dengan bahaya atau dampak buruk yang bisa didapat?

Nah, artikel ini akan membahas mengenai “baik dan buruk” anggur putih. Termasuk memberikan sebuah pertimbangan soal sisi mana yang lebih dominan.

  • Menelisik Manfaat Anggur Putih

Anggur putih yang dihasilkan dari fermentasi buah anggur ini dinilai memiliki kandungan antioksidan yang cukup baik. Hal itu bisa jadi benar lantaran anggur memang merupakan salah satu buah sumber antioksidan.

Tak dapat dimungkiri jika antioksidan sendiri merupakan zat yang dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit berbahaya. Berangkat dari situ, muncullah narasi turunan mengenai manfaat anggur putih.

Disebutkan bahwa anggur putih bisa menjadi “obat” pereda stress. Antioksidan yang terkandung di dalam anggur putih diyakini, malah sudah ada yang membuktikan, dapat menurunkan produksi hormone stress di dalam tubuh seorang manusia.

Suatu penelitian dengan menggunakan hewan sebagai objek uji cobanya pernah menemukan bahwa polifenol atau salah satu senyawa antioksidan yang terdapat di dalam anggur putih juga dapat mengurangi risiko seseorang terserang alzheimer.

Asam kafeat yang terkandung di dalam anggur putih juga telah dibuktikan oleh beberapa penelitian ampuh sebagai penurun risiko seseorang terserang penyakit ginjal. Namun, kendati semua narasi itu terlihat gemilang, haruslah perlu dilakukan lebih banyak uji coba atau penelitian lanjutan mendapatkan kepastiaan yang benar-benar absolut.

  • Bagaimana dengan Efek Buruk Anggur Putih?

Narasi soal efek buruk dari minuman beralkohol jauh lebih banyak ketimbang dampak positif atau manfaat yang bisa diperoleh oleh konsumennya. Dampak buruk itu bisa merupakan efek langsung, maupun efek turunan seperti yang terjadi pada kondisi kesehatan manusia.

Salah satu yang baru-baru ini naik ke permukaan, lantaran sebuah studi baru yang diterbitkan dalam American Association for Journal Cancer Research, menemukan bahwa mereka yang minum alkohol setiap hari berpeluang 14 persen lebih besar terkena melanoma daripada mereka yang tidak minum sama sekali. Melanoma sendiri merupakan salah satu jenis kanker kulit.

Dari “alkohol” yang disebut di sana, orang yang gemar minum anggur putih lebih berisiko dibanding peminum alkohol jenis lainnya. Peneliti membandingkan risiko melanoma di antara mereka yang sering minum alkohol tertentu dengan peminum anggur putih. 

Hasilnya adalah mereka yang minum anggur putih bisa memiliki risiko 13 persen lebih besar dari mereka yang lebih suka anggur merah, minuman keras jenis lain, atau bir. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa alkohol bisa menyebabkan karsinogenesis sebagai etanol dalam alkohol dan nantinya berubah menjadi asetaldehida yang merusak DNA dan mencegah perbaikan DNA. 

Selain itu, kendati mengandung antioksidan, anggur putih merupakan minuman yang tinggi gula. Hal itu dapat memicu peradangan sistemik, ini berarti pada akhirnya anggur putih dapat berkontribusi terhadap kerusakan sel dan peningkatan penuaan pada kulit.

Dari paparan mengenai baik dan buruk minuman beralkohol, khususnya anggur putih, kebijaksanaan Anda begitu dibutuhkan dalam setiap keputusan yang akan diambil terkait aktivitas ini. Ada baiknya berkonsultasi dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan terkait untuk mengukur kondisi tubuh Anda dan kemungkinan efek yang bisa diterima setelah mengonsumsi anggur putih.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>