Category Kesehatan Kulit

Cara Memperoleh Glass Skin Meskipun Wajah Berjerawat

Glass skin, sebuah tren Korean beauty yang mulai menggemparkan dunia kecantikan sekitar tahun 2017. Di mana kulit wajah seseorang tampak demikian lembap dan segar seolah rutin menjalani perawatan facial. Tak hanya itu, wajah juga tampak lembut, bersinar, dan tentu saja seperti kaca!

Siapa yang tidak ingin memiliki kulit wajah seperti itu? Terlihat cantik dan sehat alami. Hampir semua orang pasti menginginkannya. Namun, bagaimana jika kulit wajah Anda berjerawat?

Pasti Anda merasa sangat tidak mungkin seseorang dengan kulit berjerawat dapat memiliki glass skin. Jangan keliru, kulit sebening kaca tetap mungkin Anda miliki meskipun wajah Anda berjerawat loh. Yuk, simaka caranya!

Jerawat bukan halangan memiliki glass skin

Bila ingin memiliki glass skin sementara wajah Anda berjerawat, tentu Anda perlu mengatasi akar permasalahan dari jerawat tersebut. Sebab jerawat cenderung membentuk siklus, yang dalam waktu tertentu akan kembali muncul, jika tidak diatasi hingga tuntas.

Nah, cobalah terapkan langkah perawatan kulit di bawah ini untuk memperoleh kulit yang sehat dan bening!

1. Lakukan double cleansing

Ketika Anda membersihkan wajah, biasakan memulainya dengan pembersih berbasis minyak. Tujuannya untuk melarutkan kotoran-kotoran yang berbasis minyak pula. Sebab kotoran yang berbasis minyak tidak akan dapat dibersihkan dengan pembersih yang berbasis air.

Pembersih berbasis minyak yang baik harus mudah berubah menjadi emulsi ketika bertemu dengan air, sehingga tidak akan ada residu pada wajah Anda. Dalam rahasia kecantikan ala Korea, bila tahap pembersihan dilakukan dengan benar, maka 50% masalah wajah akan teratasi.

Selanjutnya, bersihkan wajah Anda dengan pembersih wajah yang berbasis air. Kebiasaan membersihkan wajah secara tepat akan mampu mengatasi jerawat dari akarnya dan memutus siklus breakout.

2. Gunakan toner untuk eksfoliasi

Toner jenis ini disebut juga dengan exfoliating toner, gunanya untuk menghilangkan sel-sel kulit mati tanpa menyebabkan kerusakan mikro, seperti yang diakibatkan oleh scrub. Pilihlah komposisi toner yang bukan hanya dapat mengeksfoliasi, tetapi juga memberikan efek hidrasi pada kulit.

3. Gunakan essence yang sifatnya menghidrasi kulit

Tahukah Anda kulit yang mengalami dehidrasi dapat memicu jerawat? Tubuh kita dirancang dengan kecerdasan tertentu: ketika kulit wajah mengalami dehidrasi, tubuh akan memerintahkan agar minyak pada wajah diproduksi sebagai bentuk perlindungan bagi kulit. Akibatnya, pergantian sel kulit melambat, sehingga muncul jerawat dan jaringan parut.

Oleh sebab itu, menghidrasi kulit secara terus-menerus dapat mencegah produksi minyak berlebih dan menghindarkan kulit dari munculnya jerawat. Maka, pilihlah essence yang sifatnya menghidrasi kulit Anda.

4. Wajib menggunakan serum

Serum sering disebut-sebut sebagai bagian yang sangat penting dalam rangkaian perawatan wajah, begitu pula dalam langkah mencapai glass skin.

Bagi Anda yang berjerawat, pilihlah serum yang memberikan efek melembapkan, menenangkan, mencerahkan, dan mengencangkan kulit. Sebab kulit yang bening dan bersinar hanya akan tercapai jika kulit Anda terhidrasi dengan baik, tidak ada peradangan, serta tidak mengalami kerusakan akibat radikal bebas.

5. Pelembap tidak boleh ketinggalan

Setelah serangkaian perawatan di atas, sekarang saatnya Anda melapisi kulit wajah dengan pelembap. Cukup pilih pelembap yang terasa ringan di wajah, sebab sebelumnya Anda telah memberikan hidrasi yang berlapis pada wajah. Sangat baik sekali bila pelembap yang Anda gunakan bersifat menenangkan dan meredakan kemerahan pada kulit.

6. Krim tabir surya

Tahap ini tidak boleh dilupakan. Setiap pagi, gunakanlah krim tabir surya. Sebab rangkaian perawatan yang Anda jalani dapat menjadi sia-sia, bila kulit wajah tidak dilindungi dari paparan buruk sinar matahari. Ini tak hanya berlaku bagi mereka yang berjerawat, semua orang harus mengenakan tabir surya untuk melindungi kulit.

Pilihlah tabir surya yang terasa ringan, tidak memunculkan residu putih pada wajah atau white cast, dan yang terpenting tidak mengiritasi atau memicu jerawat.

Tidak mudah memang untuk memiliki glass skin. Mengikuti langkah di atas pun belum tentu dapat membuat kulit Anda sebening kaca. Akan tetapi, dengan mengikuti langkah perawatan tersebut, setidaknya kulit wajah Anda menjadi lebih sehat. Selamat mencoba!

Read More

Bahaya Paraben Dalam Kosmetik, Mitos atau Fakta?

Paraben adalah zat yang terkandung dalam produk kecantikan yang dianggap berbahaya

Pernahkah Anda mendengar istilah Paraben? Paraben merupakan zat kimia yang sering digunakan sebagai pengawet agar produk bertahan lebih lama. Paraben sering ditambahkan ke makanan dan produk kosmetik untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri berbahaya lainnya. Methylparaben merupakan salah satu jenis paraben yang sering ditemukan penggunaannya. Para peneliti mulai mempelajari apakah penggunaan methylparaben dan paraben lainnya aman. Karena hingga saat ini, belum ada bukti konklusif akan bahaya paraben, dan Administrasi Obat-obatan dan Makanan (FDA) Amerika terus menerus memperbolehkan penggunaan methylparaben dan paraben lain dalam berbagai jenis produk. 

Meskipun klaim bahaya paraben banyak digaungkan dari waktu ke waktu, methylparaben digunakan pada berbagai jenis produk kosmetik seperti makeup, produk cukur, produk perawatan rambut, pelembab, dan deodorant. Paraben juga digunakan pada makanan-makanan kaleng dan obat-obatan. Apabila Anda penasaran apakah sebuah produk mengandung methylparaben atau tidak, Anda hanya perlu memeriksa daftar bahan baku. FDA mewajibkan semua produsen, baik produsen makanan olahan maupun kosmetik, untuk menaruh methylparaben dan paraben lain pada daftar bahan baku produk.

Apakah aman digunakan?

Methylparaben tidak menumpuk di dalam tubuh. Nyatanya, tubuh membersihkan zat kimia tersebut dengan cukup cepat. Meskipun demikian, banyak konsumen yang khawatir akan keamanan methylparaben, Kekhawatiran ini semakin meningkat dengan klaim adanya hubungan antara methylparaben dan kanker. FDA dan para peneliti lain melakukan beberapa penelitian untuk menginvestigasi keamanan methylparaben. Sejauh ini, belum ada bukti konklusif apapun, meskipun ada beberapa kasus individu yang menderita reaksi negatif akibat penggunaan produk yang mengandung paraben. Saat FDA meninjau studi tersebut, mereka belum menemukan bukti apapun yang menunjukkan bahaya paraben pada kosmetik, makanan, dan obat-obatan. 

Grup Pekerjaan Lingkungan (EWG) memasukkan methylparaben dalam daftar bahaya kesehatan rendah hingga sedang. Akan tetapi, bahaya tersebut hanya sebatas reaksi alergi atau penggunaan produk melebihi kadar yang direkomendasikan. EWG menyatakan bahwa risiko methylparaben menyebabkan kanker dan keracunan reproduktif sebesar 0%.  Sementara itu, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) menguji urin dari lebih dari 2500 peserta pada survey tahun 2005 hingga 2006. Para peneliti CDC menemukan bahwa kebanyakan peserta memiliki methylparaben di dalam urin mereka. Namun, mereka juga menemukan bahwa keberadaan zat kimia tersebut tidak menimbulkan masalah tertentu. Meskipun studi dan penelitian masih terus berlangsung, saat ini belum ada anjuran untuk menghindari produk-produk yang mengandung methylparaben dari pihak resmi. 

Risiko kanker dan efek samping lain

Masih banyak yang belum diketahui dari penyebab kanker. Para peneliti terus mempelajari berbagai macam zat kimia untuk mencari hubungan sebab akibat, Beberapa penelitian menunjukkan bahwa methylparaben dapat menyebabkan kerusakan kulit yang bersifat kanker. Studi lain menyatakan bahwa kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari saat menggunakan produk yang mengandung methylparaben dapat menyebabkan terbentuknya kanker. Hal ini mungkin disebabkan karena kerusakan DNA oksidatif. Penting untuk diingat bahwa studi tersebut belum memberikan bukti yang cukup bagi FDA untuk menganggap methylparaben berbahaya saat digunakan pada produk sesuai dengan anjuran. Namun, efek samping lain mungkin masih dapat terjadi. 

Bahaya paraben berupa reaksi alergi dapat terjadi pada beberapa kasus. Beberapa orang melaporkan timbulnya ruam yang gatal, penuh benjolan, kulit kering, dan pembengkakan sebagai bentuk reaksi alergi dari produk-produk yang mengandung methylparaben. Hingga saat ini, FDA terus menginvestigasi apakah methylparaben dapat dianggap aman digunakan pada kosmetik atau malah dapat menimbulkan risiko kanker dan gangguan kesehatan lain.

Read More