Fungsi Mitokondria Itu Penting, Ini Penyebabnya

Apakah Anda familiar dengan istilah mitokondria? Mitokondria sering dianggap sebagai gardu tenaga dari sel tubuh. Fungsi mitokondria adalah membantu mengubah energi yang diambil dari makanan menjadi energi yang dibutuhkan oleh sel untuk digunakan. Namun, fungsi mitokondria tidak hanya memproduksi energi. Mitokondria terlibat dalam tugas lain, seperti memberi sinyal antara sel dan kematian sel, atau lebih dikenal dengan istilah apoptosis. Artikel ini akan membahas bagaimana mitokondria bekerja.

Mitokondria merupakan sebuah organel (organ mini di dalam sel) yang sangat kecil, berukuran sekitar 0.75 hingga 4 micrometer dan tidak terlihat di bawah mikroskop. Berbeda dengan organel lain, mitokondria memiliki selaput, luar dan dalam, dan masing-masing memiliki fungsinya sendiri. Mitokondria terbagi menjadi beberapa kamar, masing-masing membawa manfaat atau fungsi mitokondria sendiri-sendiri, misalnya.

  • Selaput luar. Molekul kecil yang dapat menembuh selaput luar dengan bebas. Bagian luar ini terdiri dari protein yang disebut porin, yang membentuk saluran agar protein dapat melintas. Membran luar juga merupakan tempat enzim lain dengan jenis dan fungsinya masing-masing.
  • Ruang antar selaput. Daerah ini merupakan sebuah area antara selaput luar dan dalam
  • Selaput dalam. Selaput ini membawa protein yang mengandung beberapa peran penting. Karena tidak ada porin di dalam selaput dalam, selaput ini kedap dan tidak dapat ditembus oleh banyak molekul. Molekul hanya dapat melintas selaput dalam melalui alat pengangkut membrane khusus. Selaput dalam adalah tempat di mana banyak terdapat adenosine triphospahate, atau disingkat ATP, energi yang digunakan oleh sel.
  • Critae. Lipatan-lipatan dalam selaput dalam. Cristae akan meningkatkan daerah permukaan dari selaput, sehingga memperbesar ruangan yang tersedia untuk reaksi kimia.
  • Matrix. Merupakan daerah di dalam selaput dalam. Matrix mengandung ratusan enzim dan sangat penting dalam produksi ATP. DNA mitokondrial bersarang di tempat ini.

Jenis sel yang berbeda memiliki jumlah mitokondria yang berbeda pula. Contohnya, sel darah merah yang sudah tua sama sekali tidak memiliki mitokondria. Di sisi lain, sel-sel hati dapat memiliki lebih dari 2 ribu mitokondria.Sel-sel yang membutuhkan banyak energi biasanya mengandung mitokondria dalam jumlah yang besar pula. Hampir sekitar 40 persen sitoplasma yang ada di sel otot hati terdiri dari mitokondria.

Meskipun mitokondria sering digambar dalam bentuk oval, mereka secara konstan akan membagi diri dan menggabungkan diri dengan yang lain. Dalam kenyataannya, organel ini berhubungan satu sama lain dalam jaringan yang terus berubah.

Apa yang mitokondria lakukan?

Meskipun dikenal karena perannya dalam memproduksi energi, mereka memiliki tugas lain yang tidak kalah pentingnya. Nyatanya, hanya sekitar 3 persen dari gen yang ditubuhkan untuk membuat mitokondria masuk ke dalam peralatan pembuat energi. Mitokondria akan mengubah energi kimia dari makanan yang kita makan menjadi energi yang dibutuhkan oleh sel. Proses ini disebut dengan istilah fosforilasi oksidatif.

Selain itu, fungsi mitokondria yang lain berhubungan dengan kematian sel, atau juga disebut dengan nama apoptosis. Saat sel menjadi tua dan rusak, sel-sel tersebut akan dibersihkan dan dihancurkan. Mitrokondria membantu memutuskan sel mana yang perlu dihancurkan. Mitokondria akan melepaskan cytochrome C, yang akan mengaktivasi caspase, salah satu enzim yang terlibat dalam penghancuran sel saat apoptosis berlangsung. Mitokondria juga berperan penting dalam penyerapan ion kalsium dan menyimpannya hingga tubuh membutukannya. Kalsium sangat dibutuhkan dalam fungsi otot, kesuburan, dan pembekuan darah.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>