Daftar Layanan Kesehatan dan Penyakit yang Tidak DItanggung BPJS Kesehatan

Sebagai peserta BPJS Kesehatan, Anda harus tahu apa saja layanan dan penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Hal ini penting untuk diketahui agar tidak terjadi kesalahan saat ingin memanfaatkan layanan BPJS.

Nah, sebaiknya, sebelum berobat, penting untuk tahu jenis penyakit apa yang ditanggung dan tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Layanan yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Pihak BPJS Kesehayan memastikan empat jenis pelayanan kesehatan yang ditanggung, yaitu:

  • Pelayanan Kesehatan Tingkat I, yaitu pemeriksaan, konsultasi medis, diagnosis, tindakan medis umum, serta pelayanan obat. Fasilitas Kesehatan Tingkat I ini juga melayani laboratorium tingkat pertama, rawat inap tingkat pertama, serta transfusi darah.
  • Pelayanan Kesehatan Rujukan Lanjutan. Berbagai tindakan medis, pemeriksaan, konsultasi spesialis, diagnosis lanjutan, rehabilitasi medis, cuci darah, pengurusan jenazah, perawatan inap, forensik, dan rawat inap di ICU.
  • Ambulans juga menjadi layanan yang ditanggung BPJS Kesehatan. Ambulans yang ditanggung dari Faskes I ke Faskes lainnya dengan tujuan untuk menyelamtkan nyawa pasien
  • BIaya persalinan juga ditanggung BPJS Kesehatan bahkan hingga persalinan anak ketiga. Persalinan yang dimaksud adalah persalinan dengan proses normal atau operasi caesar dengan ketentuan yang diatur pihak BPJS.

Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Selain itu, Anda harus tahu apa saja penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Dengan informasi seperti ini, Anda bisa mempersiapkan langkah lain terhadap penyakit yang Anda derita.

Dalam Perpres 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan Pasal 52 sudah disebutkan manfaat pelayanan yang tidak dijamin oleh JKN-KIS atau BPJS Kesehatan ini. Namun, memang belum rinci penyakit apa saja yang tidak ditanggung BPJS.

Ada beberapa informasi penting mengenai kategori kondisi yang tidak ditanggung BPJS, apa saja itu? Berikut detailnya.

  1. Layanan kesehatan yang sudah dijamin program jaminan kecelakaaan kerja yang menjadi tanggungan pemberi kerja hingga nominalnya mencapai kesepakatan maksimal
  2. Pelayanan kesehatan yang tidak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
  3. Layanan kesehatan di faskes yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali jika pasien dalam kondisi darurat
  4. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri
  5. Pelayanan kesehatan untuk mengatasi infertilitas
  6. Layanan kesehatan yang tujuannya untuk kecantikan atau estetik
  7. Pelayanan kesehatan yang dijamin oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas, misalnya program jaminan kecelakaan dari PT Jasa Raharja.
  8. Layanan kesehatan untuk meratakan gigi
  9. Penyakit karena ketergantungan obat atau alkohol
  10. Gangguan kesehatan karena menyakiti diri sendiri dengan sengaja atau mengerjakan hobi berbahaya
  11. TIndakan medis yang dikategorikan eksperimen
  12. Pengobatan alternatif, tradisional, dan komplementer yang belum tentu efektif berdasarkan teknologi kesehatan
  13. Alat dan obat kontrasepsi
  14. Perawatan kecantikan
  15. Keperluan Kesehatan rumah tangga
  16. Pelayanan kesehatan akibat bencana di masa tanggap darurat, wabah, atau kejadian luar biasa
  17. Pelayanan kesehatan kegiatan bakti sosial
  18. Pelayanan kesehatan karena tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, perdagangan orang, hingga korban terorisme
  19. Layanan kesehatan untuk kejadian yang bisa dicegah
  20. Pelayanan kesehatan tertentu berkaitan dengan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri
  21. Layanan lain yang tidak ada hubungannya dengan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan

Hak dan Kewajiban Peserta BPJS Kesehatan

Sebagai peserta aktif, tentu memiliki hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan.

Berikut hak peserta BPJS Kesehatan:

  • Mendapatkan kartu peserta untuk memperoleh layanan kesehatan
  • Mendapatkan layanan kesehatan id faskes yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan
  • Berhak menyampaikan kritikan, aduan, atau keluhan secara lisan atau tulisan kepada BPJS Kesehatan
  • Mendapatkan manfaat dan informasi mengenai hak dan kewajiban serta prosedur pelayanan kesehatan sesuai ketentuan

Kewajiban peserta BPJS Kesehatan adalah:

  • Membayar iuran tepat waktu
  • Mematuhi ketentuan dan tata cara pelayanan kesehatan
  • Menjaga agar kartu peserta tidak hilang atau rusak
  • Mendaftarkan diri dan anggota keluarga sebagai peserta BPJS Kesehatan
  • Memberikan data diri dan anggota keluarga dengan benar dan lengkap
  • Melaporkan jika ada perubahan data, misalnya perubahan gaji, pangkat, golongan, status pernikahan, pindah faskes I, atau pindah alamat

Dengan mendapatkan informasi lengkap mengenai layanan dan penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan ataupun layanan yang ditanggung, diharapkan dapat membantu peserta untuk mengurangi terjadinya kendala atau masalah lain saat ingin menggunakan layanan BPJS.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>